Selasa, 15 Juni 2010

Stoppie, gaya dasar freestyle (3 - habis)

Kita sekarang ke gaya dasar terakhir di freestyle, yaitu Stoppie. Masih mengandalkan keseimbangan dan feeling posisi motor, gaya ini termasuk sulit dan agak berbahaya.
Kalo di wheelie, resiko motor+rider rawan terjengkang (ke belakang), nah di stoppie ini, motor+rider rawan terjungkal ke depan.
Arti stoppie secara singkat adalah mengerem mendadak, dengan hanya menggunakan rem depan, saat motor sedang berjalan.
Gaya ini belum pernah penulis coba, takut..Jadi tahu sedikit aja teorinya.
Jadi, saat posisi motor sedang berjalan, dengan kecepatan tidak terlalu tinggi, mungkin sekitar 20-40 km/jam, tekan rem depan sambil mengeser posisi duduk rider agak ke depan, sehingga tumpuan berat pindah ke bagian depan motor. Alhasil, motor (terasa) seperti direm mendadak dan menungging. Ini nih yang dinamakan stoppie. Ingat, jangan terlalu keras dulu ngerem-nya,karena perpindahan bobot secara mendadak ke depan, berbahaya, karena motor+rider bisa terjungkal ke depan bahkan tarbalik dan tertimpa motor.
Tetap pertahankan kestabilan motor, dan jangan merubah sedikitpun arah setang, karena dalam posisi menukik ini, sangat rawan terjadi motor roboh.
Bila terasa keseimbangan motor terganggu, turunkan posisi kedua kaki agar bisa mengimbangi. Tahan posisi motor yang nungging ini sampai motor benar-benar berhenti. Bila sudah berhenti, roda belakang akan turun dengan sendirinya ke aspal.
Sudah bisa?? Nah, Anda sukses melakukan stoppie...saya sendiri malah belum pernah mencoba, he..he..
Bisa teori doang ya..praktek kagak pernah..
Selamat mencoba..
keep brotherhood and safety riding..
(thanks for motorcycle.com & stephenlangitan.com for the image)

Minggu, 06 Juni 2010

Burn out, gaya dasar freestyle (2)




Gaya atawa teknik kedua yang akan kita bahas adalah burn-out. Inti dari teknik ini adalah bagaimana membuat ban belakang berputar sementara posisi motor tetap diam di tempat.
Kuncinya adalah memainkan rem depan secara maksimal, dan menaikkan putaran mesin secara spontan, hingga tergapai tenaga maksimum untuk mampu memutar roda belakang.
Awalnya memang agak susah, namun bila tahu spek tenaga motor, yaitu tahu di pitaran mesin berapa tenaga maksimum dicapai, akan lebih mudah.
Tekan rem depan maksimal, sambil posisi rider berdiri mengangkangi motor. Masukkan persneling ke gigi 1, lalu buka gas, bisa secara spontan, bisa pula bertahap bila masih awal..Roda belakang, awalnya pasti berat berputar di tempat, namun bertahap akan bisa spin. Bila terasa motor mulai terdorong ke depan, tahan dengan posisi kaki menahan di tanah/aspal. Tambah tekanan pada rem depan bila motor terus bergerak maju.
Kemudian, setelah mesin mencapai putaran maksimum pada persneling 1, oper dan naikkan ke gigi 2. Biasanya, sudah lancar spin-nya, karena roda sudah mulai lancar berputar di tempat. Nah, posisi motor diam sambil ban berputar di tempat alias burn-out sudah bisa dipraktekkan to???
Biasanya akan lebih seru, bila suara ban menggesek aspal (mendecit) dibarengi kepulan asap hasil gesekan karet ban dengan aspal. Bila burn-out tidak terlalu kencang putarannya, asap akan sedikit timbul.
Bila Anda termasuk berani mencoba, apalagi sudah terbiasa, tidak ada salahnya menaikkan putaran mesin plus menaikkan persneling sehingga lebih kencang putaran ban belakangnya. Dijamin, asap akan bertambah banyak.
Ada trik bagi profesional. Sambil burn-out, coba beri sedikit air di aspal tempat roda belakang berputar..hati-hati terpeleset...asap sudah pasti ngebul...
Bila roda belakang berputar kencang, jangan pernah secara mendadak menduduki jok motor, karena beresiko, motor akan tersentak keatas, karena mendapat beban lebih secara tiba-tiba, sementara roda belakang masih berputar. Bisa-bisa terjungkal kebelakang..
Hati-hati ya bro...jangan kelamaan burn-outnya..takut ban meletus..kayak gambar tuh, bahaya kan???
keep brotherhood and safety riding..

Jumat, 04 Juni 2010

"Hari bebas" untuk bikers Aremania (part 3 habis)

Akhirnya, Kamis (3/6/2010) kemarin, Malang kembali ke kodratnya, kota yang relatif tenang. Nggak ada lagi iring-iringan konvoi Aremania, nggak ada lagi suara knalpot blong yang memekakkan telinga, nggak ada lagi suara klakson dan terompet bersahut-sahutan.
Penghuni kota kembali ke aktivitas sehari-hari. Yang bekerja, ya ngantor seperti biasa. Pelajar, masuk sekolah seperti biasa.
Himbauan Ade "d Kross" Herawanto, agar konvoi terakhir dilakukan Rabu (2/6/2010) rupanya manur juga. Ada kemungkinan juga sih, ancaman dari pihak kepolisian, yang rupanya sudah menyudahi 'dispensasi' Aremania untuk bebas di jalan.
Pada negri kali ye, kalo mo konvoi tapi dicegat silup???
Mangkane sam, konvoi sing tertib, gak ngerugikan orang lain. Selamat di jalan, gak ditilang, juga dapat simpati masyarakat...
Tapiii...kayaknya, Minggu (6/6/2010), sekali lagi kayaknya, akan ada konvoi lagi deh...
Digelarnya laga Perang Bintang, yang tidak keluar ijin-nya di Polda Metro Jaya (DKI), akan membuat Aremania kembali membludak, mendukung Arema Indonesia berlaga di Stadion Kanjuruhan, Malang melawan Indonesia All Star..
So...buwat bro bikers atau non bikers yang merencanakan ke Malang hari tersebut, agar mewaspadai bila ada konvoi di jalan.
Sangat disarankan, terutama bagi pemilik kendaraan berplat nomor luar Malang, seperti L (Surabaya), menyediakan atribut Arema, seperti kaos, syal, bendera ataupun boneka singa, sehingga bila berpapasan dengan konvoi, mengesankan bahwa yang memasang atribut tersebut adalah Aremania juga...
Gak usah sungkan menyambut salam Aremania...demi menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, yang mungkin saja terjadi dalam massa jumlah besar yang berkonvoi...
Keep brotherhood, safe on the road...

Rabu, 02 Juni 2010

'Hari bebas' untuk bikers Aremania ?? (Part 2)

Lanjut..
Semalam, pulang piket kantor sekitar jam 20.00. Jalan Ijen, Semeru mulai lengang, setelah sebelumnya, mulai pagi sampe malam, tertutup total oleh lautan sepeda motor dan roda 4 beratributkan Aremania. Mereka terus berkonvoi, keliling kota, merayakan juara LSI Arema Indonesia.
Mulai agak lengangnya jalanan, karena di depan Stasiun Kotabaru, digelar pesta rakyat, juga untuk merayakan kemenangan Arema. Konsentrasi massa mulai terpecah kesana sepertinya. Si Meggy sedikit saya pacu , mungkin sekitar 60-70 km/jam, gak tau pasti, karena speedo masih mati. Belum ganti kabel nih ceritanya...
Dalam hati bersyukur, bisa lancar en cepet pulang. Eh, lha dalah, gak sampai 300 meter, terlihat iring2an alias konvoi motor + mobil, sambil acungkan bendera. Ampun deh, kejepit lagi sama konvoi. Mana sekarang sepertinya lebih 'brutal', sudah gak pada pake helm, berboncengan 3, malah ada yang gak pake baju!!!
Buset deh, sakti kali ye...pake jaket kulit asli...asli kulit manusia.
4 motor berjalan berdampingan sambil membentangkan bendera, memenuhi badan jalan. Jadinya, gak ada celah sama sekali untuk pengguna jalan lain, mendahului. Arogan ya???
Ternyata belum seberapa. Tepat di depan Mitra 2, tahu-tahu, dari arah berlawanan, muncul serombongan motor, melawan arus bro!!! Mereka masuk di lajur menuju utara, padahal arah motornya ke selatan...
Gak ada tabrakan sih, malah pada berhenti di tengah jalan. Sambil toast, adu jempol, kemudian menggeber2 gas kencang-kencang, padahal sudah pake knalpot blong...bisa dibayangkan budeg-nya kuping ini???
Jadilah macet total, konvoi berhenti di tengah jalan, berikut pengguna jalan lain yang terjebak di belakangnya, termasuk saya...
Apes lagi..apes lagi....
Pada ngapain yak Silup-nya (polisi) ?????!!!

"Hari bebas" untuk bikers Aremania ?? (part 1)


Begitu wasit meniup peluit panjang, tanda berakhirnya pertandingan Arema Indonesia vs PSPS Pekanbaru dengan skor 1-1, sontak, di Malang, ribuan pendukung Arema tumplek di jalanan, meluapkan kegembiraan. Dengan perolehan hasil imbang itu, Arema memposisikan diri sebagai jawara Liga Super Indonesia 2009-2010.
Saya nggak membahas soal sepakbola-nya, tapi tentang perilaku bikers.
Sudah sejak lama, seperti 'adat' di kota Malang, bila Arema bertanding, bikers berkostum Aremania / suporter Arema, mendapat sedikit 'kebebasan'.
Tanpa mengenakan helm, mereka bebas saja melenggang di jalan-jalan kota Malang tanpa 'diusik' polisi.
Usut punya usut, ternyata, meski sedikit mendapat 'keistimewaan', namun bila mereka melanggar (selain soal helm tentunya), tetap ditilang kok.
Antara lain karena :
1. Berboncengan lebih dari 2 orang, langsung ditilang
2. Tidak membawa surat kendaraan (SIM dan STNK), motor langsung ngandang (bahasa malangan : disita)
3. Membawa atribut berbahaya, seperti bendera superbesar, langsung diamankan bendera-nya
4. Membawa sajam dan benda berbahaya lain, si oknum tanpa ba-bibu langsung diringkus

Apa pendapat brother sekalian???
Masih ada lanjutannya lho....

Jumat, 28 Mei 2010

Gelegar HD di Malang...banyak yang arogan yak???


Sudah dua hari ini, kota Malang diramaikan deru khas yang menggelegar dari knalpot motor Harley Davidson.
Usut punya usut, ternyata ada Munas ato apalah di salah satu hotel berbintang di Malang.
Saya gak ambil pusing mo menggelar apaan...yang saya komentari adalah 'tetap digdaya-nya kaum the have' ini.
Dengan sedikit pongah, ada beberapa gelintir biker yang masih saja pasang aksi 'SOK' di jalan. Pake sirine, lampu strobo sambil menggeber gas kencang-kencang, minta jalan dengan 'sedikit' memaksa pengguna jalan lain, melanggar marka jalan bahkan menerobos lampu merah...
Plis deh bro...pengguna jalan lain juga bayar pajak seperti Anda, hormati juga hak orang lain.
Oke-lah , kalo ada pengawalan resmi dari aparat, prosedur dan aturan dari kepolisian memang, pihak yang mendapatkan pengawalan, harus diprioritaskan. Saya juga mahfum dan paham.
Tapiii...yang 'eceran' dan sok itu lhoo...apa karena mampu dari segi materi, bisa beli dan punya moge, terus gabung di klub superbesar motor di INDONESIA, terus bisa sok-sokan di jalan????
Berapa UU Lalin yang dilanggar tuh??? Mulai knalpot yang super berisik, pake lampu hazard/strobo, pake sirine, menerobos marka jalan dan pelanggaran lain...
Udah gak jaman bro, arogan di jalan...gak dapet simpati dari masyarakat, bisa-bisa ente dicap biang onar...
Kasihan kan biker lain, yang mungkin 'sopan'...ikut kena getah juga, karena penilaian masyarakat, semua klub motor brengsek dan arogan di jalan!
Mudah-mudahan ada komunitas yang baca blog ini ya...
Ada pertanyaan juga nih buat aparat kepolisian, apakah memang ada keistimewaan untuk klub tertentu, entah dengan alasan tertentu pula (faktor X-Y-Z), diperkenankan melanggar peraturan lalu lintas??
Buat apa dong Pak, UU Lalulintas dibikin kalo gak ditaati???

Rabu, 26 Mei 2010

AREMA INDONESIA...Juara Liga SUper Indonesia...Selamat ker!!!





Selamat ker!!!
Setelah menahan imbang PSPS Pekanbaru kemarin sore dengan skor 1-1, raihan poin Arema Indonesia menjadi 70.
Angka yang tidak terkejar lagi oleh pesaing terdekat Persipura Jayapura. Persipura masih menyisakan 1 laga sisa versus Persiwa Wamena. Seandainya-pun, Persipura menang dan meraih poin maksimal 3, total poin Persipura hanya 69.
Pertandingan terakhir Arema versus Persija Jakarta, yang secara perhitungan, tidak akan merubahp poin dan posisi Juara Indonesia.
Bahkan, bisa jadi pertandingan di Gelora Bung Karno, akan menjadi pesta Juara bagi Arema Indonesia, yang menurut rencana, akan didukung penuh Aremania dan Aremanita dari kota Malang, yang berduyun-duyun ke Jakarta 28 dan 29 Mei 2010.
Ari-ati ker...jaga nama baik dan nama besar AREMA dan AREMANIA...
Boleh berpesta dan euforia...tapi jaga sopan santun di tanah orang (Persija & Jakmania)...
SALAM SATU JIWA....JUARA INDONESIA....AREMA...

Selasa, 25 Mei 2010

Terpeleset ceceran solar..

Artikelnya ganti nih bro. Bukan lanjutan freestyle, karena kemarin sore, penulis sendiri salto-jungkir balik di jalan. Bukan lagi gaya freestyle, tapi jatuh karena kepleset ceceran solar di jalan.
Kemarin sore, Malang diguyur hujan deras banget. Sejak keluar kantor, jas hujan udah dipakai, sepatu dilepas, celana digulung sedengkul, riding pulang deh. Sampai daerah Singosari, udah agak reda, tapi jalanan masih basah banget.
Karena tujuan pulang ke Lawang, jemput istri dan anak di mertua, lanjut tancap gas (tapi gak kenceng, sekitar 40an km/jam) melewati Song-song.
Didepan PT Sidobangun, sempet mo nolongin biker jatuh juga, kepleset. Saya sudah monggir, ternyata si biker gak papa, bisa bangun sendiri trus minggirin motornya. Sayapun melanjutkan perjalanan. Didepan PT BDF, samar-samar kelihatan didepan, agak jauh, seekor Mio hijau terpeleset, sementara bikernya ikutan terseret sekitar 10 meteran.
Eh, lha dalah, tiba-tiba setang motor goyang tak terkendali. Saya berusaha mempertahankan kestabilan, lah...roda belakang ikutan liar, geal-geol. Sekitar 5 meter berjuang mempertahankan diri dan motor, akhirnya pasrah deh...
Bruuukkk...srooottt....
Saya beserta motor roboh ke sisi kiri. Saya melepas setir, dan berusaha 'mengamankan' diri ke kiri, antisipasi kalo ada kendaraan lain di belakang. Motor sempet terseret beberapa saat dengan mesin masih menyala dan roda belakang berputar. Posisi persneling di gigi 4.
Setelah bangkit berdiri, saya lihat kendaraan di belakang pada berhenti, saya menuju ke motor. Saya matikan kunci kontak, kemudian menegakkan motor. Saya tuntun motor ke pinggir, terus dikerumuni orang-orang. ada yang bantuin minggirin motor, ada yang ngasih air minum, ada juga yang mengambilkan jam tangan saya yang putus dan tercecer di jalan.
Jadinya, pada habis nolongin Mio hijau, gantian pada nolongin saya...hi..hi..malu juga benernya..
Usut punya usut, saya perhatiin jalanan, kok ada jalur berwarna pelangi, pas di jalur motor saya tadi. Panjang juga, mungkin sekitar 15 meteran di belakang saya, terus kedepan ke arah utara, ada kira-kira 20 meteran lagi.
Sama orang-orang sekitar kemudian di cek, ternyata ceceran solar, saudara-saudara..
Buset deh, mobil sapa yang bocor ya, sampe bikin sengsara orang lain???
Thanks GOD, saya dan pengendara Mio tadi gak cedera parah, cuman lecet-lecet aja, di dengkul terutama, karena pas kejadian, kan celana saya gulung sedengkul...
Buat bro biker, ati-ati ya kalo di jalan, sekilas ngeliat semburat pelangi di aspal, apalagi pas jalan basah abis hujan, bisa dipastikan itu ceceran/tumpahan minyak, entah solar atau oli..Alamat deh, kalo melindas itu, pasti kepleset, meski pelan sekalipun..
Keep broherhood..

Senin, 24 Mei 2010

Wheelie, gaya dasar freestyle (1)




Pertamax (kaya komengtator di blog-blog nih :-P) yang kita bahas dalam gaya dasar

freestyle adalah WHEELIE.
Bahasa alusnya kalo gnaro ngalam 'Jumping'. Sederhana-nya, mengangkat roda depan

motor.
Sebenarnya, sepengetahuan saya, ada dua jenis Wheelie. Wheelie 'biasa' (start pada

gigi 1 dari posisi motor diam) dan rolling wheelie, yaitu wheelie pada posisi motor

sudah berjalan.
Kita bahas yang normal aja yak???
Trik-nya adalah menyeimbangkan bukaan gas dan melepas tuas kopling pada posisi gigi

1. Sekilas terlihat gampang, pas saya coba sendiri, waktu itu masih baru pake Honda

GL-MX 1995, lumayan ribet juga.
Kalo putaran mesin ketinggian, alias bukaan gas kebesaran, pas melepas kopling,

bisa-bisa motor wheelie-nya ketinggian, malah ada yang sampe terjungkal ke belakang

(malangan:'nggeblak'), tengok tuh gambar pertama. Jadi harus bisa kira-kira seberapa besar tenaga mesin pada

RPM tertentu yang cukup kuat untuk menyentakkan motor.
Setelah tahu feeling tenaga mesin pada tiap putaran mesin, tahan pada RPM dimana

tenaga mesin terbesar. Pas pake GL-MAX, saya main di 6000 - 7000 RPM. Sambil menahan

putaran mesin, lepas kopling mendadak. Jangan lupa mempertahankan kestabilan posisi

motor dan setang, karena biasanya saat melepas kopling mendadak, motor cenderung

liar karena tersentak tenaga mesin. Jangan geal-geol ya pegang setangnya dan posisi

kaki bisa turun dari foostep untuk menjaga keseimbangan.
Tips : untuk yang pertama kali nyoba, jangan terlalu tinggi dulu putaran mesinnya.

Coba dulu sekitar 4000 RPM. Bila disentak saat melepas kopling, motor belum

bertenaga, alias belum bisa jumping, bisa ditambah lagi RPM-nya. Demikian terus,

sampai didapat feeling RPM yang pas untuk Wheelie.
Kalo roda depan sudah bisa terangkat, bro sekalian bisa belajar cara baru lagi,

yaitu untuk mempertahankan posisi wheelie sejauh mungkin. Yaitu dengan cara menjaga

RPM tetap stabil, sehingga motor bisa berjalan hanya dengan roda belakang. Bila roda

depan mau turun, gas bisa ditambah sedikit dengan menjaga setang tetap stabil.
Hati-hati ya bro saat belajar wheelie, karena resiko jatuh itu pasti ada.
Keep brotherhood..

Selasa, 18 Mei 2010

Freestyle motor atau stuntriding??




Mengendarai motor dengan gaya bebas semakin digandrungi anak-anak muda di seluruh pelosok negri ini, mulai dari pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Mengendarai motor dengan gaya bebas sering di sebut dengan Freestyle motor di beberapa pulau di Indonesia, namun sebenarnya sebutan Freestyle motor pun sebenarnya salah, karena bila kita sebut freestyle motor cakupannya bisa meluas, bisa freestyle motor cross atau yang lainya.



Sebenarnya di Negara asal freestyle itu tumbuh, nama olahraga sepeda motor ini adalah Freestyle street bike, yang bila diartikan dalam bahasa Indonesia yaitu bergaya bebas dalam mengendarai motor jalanan ( motor yang biasa di pakai di jalan raya ). Namun untuk kemudahan penyebutan atau mungkin kurang paham di Indonesia ini lebih terkenal dengan sebutan Freestyle Motor.


Pada belakangan ini timbulah sebutan baru untuk freestyle motor, sebutan baru itu adalah Stuntriding. Walaupun sebenarnya sebutan stuntriding itu sudah lama juga di Negara tempat street bike freestyle ternama berada. Namun banyak di kalangan freestyle motor sendiri kurang paham dengan sebutan baru ini. Stunt yang bila diartikan dalam bahasa kita adalah beraksi dan riding adalah mengendarai motor, bila di gabung stuntriding menjadi beraksi dalam mengendarai motor. Dan bila di freestyle sebutan pengendara motornya adalah freestyler, tapi bila sebutan di stuntriding pengendaranya di sebut dengan Stuntrider, Namun keduanya hanya sebatas sebutan dan nama yang mempunyai arti dan makna yang sama.

Apa saja gaya-gaya dasar dalam olahraga ekstrim ini???
Kita akan bahas dalam postingan selanjutnya.
thanks buat bro Stephen Langitan (stephenlangitan.com)...gambarnya saia copas ya oom...

Minggu, 16 Mei 2010

Susahnya cari memory SDRAM



Hari Kamis, dapet tugas dari atasan, suruh benerin komputer OPAC yang ngadat. Sebenarnya sudah lama itu CPU ngendon karena ketiadaan dana untuk perbaikan, baru sekarang ini turun uangnya. Setelah proses cek & ricek, ternyata memory-nya yang mokat, alias modar. Karena masih Pentium IV 1,7 GHz, memory masih pakai SDRAM, masih 128 Mb pula. Wih..wih...jyadul banget yak...
Proses keliling kota dimulai hunting memory seken di toko-toko komputer. Umumnya toko komputer besar sudah gak punya, maklum barang uzur. Mulai gerilya ke toko-toko komputer kecil di dekat daerah kampus.
Dari toko ke toko, banyak dijawab dengan gelengan kepala. Kebanyakan yang masih ada stok DDR1 ato malah DDR2. Akhirnya di sebuah toko didekat perempatan ITN, kampusku dulu, saya temukan memory yang dicari-cari. Kebetulan pula dapat yang 256 Mb. WIh, leganya...
Singkat cerita, langsung balik kanan pulang ke kantor. Pasang memory di motherboard...whalagdalah, langsung kedetect, jalan normal...
Tugas selesai, CPU on work bos....

Kamis, 13 Mei 2010

Pro kontra headlight ON (lampu depan wajib nyala) di Ngalam


Geger (baca:rame) di Malang soal lampu depan roda 2 yang wajib nyala. Berdasar Undang-Undang (UU) No.22 tahun 2009, pasal 107 ayat 2, mengatur penggunaan lampu utama di siang hari pada sepeda motor. Pasal ini berbunyi, “Sepeda motor wajib menyalakan lampu utama pada siang hari.”
Sebagian pihak menentang keras, sebagian setuju. Yang menentang, mengemukakan berbagai alasan : yang tidak efisien-lah, bikin aki tekor-lah, buat silau-lah, bohlam cepet putus-lah dsb.
Sedang yang mendukung, kebanyakan karena alasan safety/keselamatan. Kalo saya sih, gak belain salah satu. Cuma karena dari segi keselamatan, sangat mendukung nih.
Sepeda motor itu kan dari bentuk aja sudah kecil, apalagi di jalan bareng banyak kendaraan lain yang lebih besar, jadi makin gak keliatan dipantau dari sisi pengendara kendaraan lain yang lebih besar, sebagai contoh mobil penumpang.
Saya sendiri pernah mengalami, pas nyetir mobil, ada sepeda motor di samping kiri belakang, tak nampak,tahu-tahu sudah nyalip dari kiri. Kaget banget kan??
Bila lampu depan dinyalakan, meskipun dari spion mobil gak begitu jelas kelihatan, tapi kan jelas keliatan ada nyala lampu, sebagai isyarat kalo ada sepeda motor di belakang/di sisi yang hampir tak terlihat oleh pengendara mobil/roda 4 ato lebih. Jadi lebih aman kan, karena posisi biker terpantau?? Mo nyalip aman, mo ngekor juga aman..
Soal keluhan aki tekor, bohlam putus, gak efisien, kayaknya ada penjelasan logisnya deh.
Pabrikan motor bikin motor tuh sudah disurve, sudah dipikirkan dan sudah dikaji matang. Masak hanya karena nyalakan lampu aja cepet bikin tekor?? Beban kelistrikan sudah diperhitungkan dengan kemampuan aki yang dipasang.
Aki ada lifetime-nya, sekitar 2-3 tahun, tergantung perawatan. Mau lampu depan nyala terus ato nggak, ya segitu itu umurnya aki, tekor terus modar...Kalo mau awet, bro bisa aja ganti aki yang sedikit lebih besar kapasitasnya, dan lebih rajin merawat aki.
Soal Bohlam putus, sama juga sebenarnya. Gak cuman nyala terus aja yang bikin bohlam putus. Juga ada faktor getaran, dan tegangan yang gak stabil/turun naik.
Soal efisien, gak banget deh...bila dibandingkan dengan keselamatan yang bro dapet dengan menyalakan lampu..
Jadi, sebandingkah keselamatan dan nyawa Anda (plus keluarga) dengan faktor males nyala-in lampu serta kehilangan beberapa ribu rupiah untuk ganti bohlam lampu depan???

NB: Oops, tingkah laku di gambar jangan ditiru yak..sekedar mengingatkan..
jangan ngerokok sambil naik motor, helm SNI-pun harusnya diiket hingga bunyi klik..
yang ditiru nyalakan lampunya aja yak...
salam....

Senin, 03 Mei 2010

Kabel speedometer putus pas 34.900 km

Ndilalah, pas odometer nyampe 34.900 kilometer, tiba-tiba jarumnya gak bergerak sama sekali alias putus.
Saya pikir, dengan usia yang hampir 3 tahun, dan belum pernah ganti apapun, kecuali aki, si New Megapro ini sudah sewajarnya ada yang mulai aus parts-nya.
Yah, berhubung duit juga belum sempat berhenti, alias masih muter buat kebutuhan yang lain, gak diganti dulu deh.
Gak papa, toh juga gak urgent banget, jadinya kan cuma gak bisa lihat kecepatan aja, gak ganggu lain-lainnya.
Sabar dulu yak....

Selasa, 13 April 2010

Tangki New Megapro 2007 bocor kabeh






Tangki motor bocor??
Tangki, terutama buat motor laki/sport, dari segi posisi, memang rawan. Rawan tergores, penyik hingga rawan bocor. Penyebab utama bocor, paling sering adalah karat yang terdapat pada bagian dalam tangki. Nah penyebab karat, sudah tentu adalah air, yang ngendon di tangki.
Kasus bocor, biasanya terjadi pada tunggangan yang sudah agak berumur, seperti dulu pada GL Max ayas tahun 1995. "baru bocor pada sekitar tahun 2005an, nah masih masuk akal kan mengingat sudah sepuluh tahun dipake. Dicuci, dipake hujan-hujanan, kepanasan, bahkan jatuh tersungkur. Akhirnya dengan berat hati, setelah mengelas seluruh bagian bawah tangki,kemudian dicat ulang, ayas lego tuh GL buat UM beli Honda Megapro 2007.
Lha dalah, entah apes ato gimana, sekarang ini sudah bocor.
Nah loh!!! Ada apa gerangan dengan motor berusia 2 tahun lebih sedikit ini???
Bulan Oktober 2009 akhirnya ayas solder alias tambal-kan tuh tangki. Perih rasanya melihat tangki yang mulus, dikerok-kerok. Lebih sakit lagi pas lihat karat yang sudah bertebaran di dasar tangki, sampai membentuk lubang...
Ih..ih....ancur...


Belum genap 2 bulan, bocor lagi saudara-saudara. Kali ini, bukan yang sudah ditambal, tapi tempat lain, juga masih di bagian dasar tangki. Dengan rasa dongkol yang meluap-luap, karena saat bersamaan lagi tengah bulan, gak ono duwit, akhirnya datengin lagi tukang solder tangki.
Jiah..., mungkin sudah kebal liat tangki dikerok-kerok, tabah saja deh tangki Meggy 2007 ayas diedel-edel (opo terjemahan-e yo?)

Timbul beberapa tanda tanya besar,
Ada apa dengan kualitas bahan tangki AHM, yang dipake Honda New Megapro?
Mengingat, pemakaian dan perawatan yang saya lakukan standar aja, kehujanan itu pasti. Cuci motor-pun saya hati-hati, gak nyemprot tutup tangki.
Kok masih bisa air masuk ya?
bai de wei, setelah liat tangki dikerok sampe tinggal plat-nya aja, saya agak heran melihat ketebalan plat yang bisa dibilang gak tebal malah.
Mungkin, ada salah dua kemungkinan.
1. Tutup tangki New Megapro kurang rapat
2. Plat bahan tangki terlalu tipis, sehingga sangat mudah berlubang terkoyak karat
Ada beberapa testimoni baik dari tukang las/solder tangki yang saya datangi, juga user pengguna New Megapro.
Ada komentar AHM????

Minggu, 11 April 2010

Makin panas kelas sport 150 cc nasional



Lagi rame neh perang ketegangan di dunia roda dua nasional...terutama pasar sport (red:motor laki kalo disini) kelas 150 cc
Dari pabrikan Yamaha (YMKI) sudah sejak pertengahan tahun 2009, (sekitar Agustus 2009 kalo gak salah) sudah santer terdengar gosip, bahkan foto intipan (kerennya spy shot:bener gak ya ejaannya??) sport barunya adalah Yamaha BYSON (aka:Yamaha FZ16) bermesin 150 cc. Dah lama banget kabarnya, eh sampe sekarang, brojol alias launching juga gak jelas..capek deh..dah diworo-woro sampe berbusa oleh banyak pihak di dunia maya, agak mengecewakan nih endingnya..
Gak tau nih, ada apa dibalik terus tertundanya launcing si BYSON


sementara, kabar terbaru dari kubu Honda (AHM) juga akan meluncurkan jagoan sport terbarunya, bermesin 150 cc. Kalo yang ini bener-bener gelap gosipnya, mulai teknologi mesin (cuman terbaca 150cc dari situs TPT), model baju dan semuanya..bener-bener pinter AHM menutup bocor alusnya (mas Opik, minjem istilah ya...)

Nah, sekarang kayaknya saling tunggu. YMKI nunggu kayak apa sih jagoan baru AHM, sementara AHM mungkin lebih pede, karena sudah mengantongi semua informasi tentang BYSON, tinggal nunggu gebrakan saja..
Yang jadi pertanyaan, dengan bermain di kelas sama 150cc, gebrakan apa yang akan dilakukan AHM? Akankah mengagetkan? Atau justru mengenaskan karena dicaci? Sebab AHM punya banyak jurus bila benar-benar "hanya" menghadapi BYSON.
Sementara buat YMKI, gebrakan yang paling mungkin adalah di soal setting harga. Sebab semua detil BYSOn sudah terekspose semua, tinggal masalah harga yang masih dikunci rapat-rapat..

buat konsumen kayak kita-kita, ikutan nunggu sambil nabung dulu, ntar kalo dah jelas pilihannya, monggo langsung ditebus en dinaiki...

Kamis, 08 April 2010

Boks tambahan di motor


Membahas modifikasi di motor, emang gak ada habisnya. Salah satu mengenai boks. Di Ngalam (red : Malang), 2 tahun terakhir rame lagi soal penggunaan box. Entah itu di belakang ato disamping (side box) kayak punya silup (red : polisi).
Bagi sebagian besar biker, boks emang sangat berguna sebagai wadah peralatan tempur, terutama untuk turing, semisal jas hujan, baju cadangan, helm dan beberapa perkakas wajib lainnya. Terutama buat motor seport, yang notabene gak ada bagasi layaknya bebek-bebek dan skutik masa kini.
Minimal, meskipun bukan penghobi turing, adalah tempat buat jas hujan buat wira-wiri nyambut gawe (kerja) di musim hujan kayak gini.
Menurut beberapa pengamat safety riding, dari segi safety yang berhubungan erat dengan kestabilan motor, boks yang disarankan adalah boks samping (side box), karena dengan posisi yang mantap di samping kiri-kanan motor, setidaknya stabil dibandingkan dengan boks belakang yang kebanyakan berada agak diatas motor, karena biasanya nangkring di behel belakang.
Boks samping-pun, direkomendasikan agar dimuati berat yang seimbang antara kanan kiri agar motor tidak berat sebelah sehingga oleng.
Yah, dimanapun tempatnya dan apapun bentuk serta model boks-nya, saya rasa, asal penggunaannya tidak berlebihan (muatan maksudnya) dan pemasangan tepat, kayaknya tidak masalah deh.
Bagaimana? Mau coba pakai boks di rotom umak (motor kamu)? Saya masih belum tertarik nih bro..he...he..he..
Monggo yang mau sharing...

Selasa, 06 April 2010

Sepeda motor (motor) : Pergeseran fungsikah atau ....???






Fungsi motor (sepeda motor) telah mengalami pergeseran, mengikuti perkembangan jaman. dari yang awalnya didesain untuk keperluan 1 orang, atau maksimal 2 orang bila berboncengan, kini telah berubah drastis.
Dasar faktor ekonomi, 1 motor sekarang bisa saja diisi 1, 2, 3 bahkan 4 orang lebih. Belum terhitung barang bawaan. Apalagi yang khusus untuk motor beban, wah, gila-gilaan. barang apa aja bisa dinaikkan ke motor.
Banyak alasan orang yang 'mengalih fungsikan' motor seperti ini. Tapi ya itu, faktor ekonomi sepertinya yang mengemuka. Sama seperti saya sih :-)
Dengan 1 motor bisa dimuati satu keluarga (2-3 orang) kan bisa ngirit. Tidak perlu anggota keluarga lain tercecer sampe naik angkutan lain. Demikian juga bila bawa barang. Tidak perlu beli mobil yang harganya berpuluh kali lipat harga motor, bila cukup beli motor bisa ngangkut barang juga.
Tapi bagaimana dengan segi keselamatan??
Apakah sebanding nilai ekonomis yang bisa dihemat dengan (maaf) nyawa ???
Solusi bijak, manfaatkan motor semaksimal mungkin tanpa mengurangi sisi safety. Misal berboncengan cukup 2 orang dewasa (biker+boncenger). Atau bila anak masih kecil, bolehlah dibawa...(tapi ini bukan anjuran lho....) kalo space masih muat, dan tidak mengganggu kestabilan pengendalian motor, masih dimaafkan deh..
begitu pula kalo bawa barang. Sebisa mungkin lebar barang tidak melebihi lebar setang, panjang tidak melebihi ujung sepatbor belakang dan tinggi tidak melebihi tinggi biker/pengendara, juga bobot barang tidak berlebihan, saya rasa masih masuk akal kok...
Ada yang mau share..????

Selasa, 30 Maret 2010

Bebek Matik ??



Sedikit penasaran dengan bebek matik atau betik. Kali ini yang dibahas Honda Wave 110i AT. kalo disini, ya Honda Absolute Revo itu, bermesin 110 cc. Ternyata, engine yang dipasang di sasi dan body HAR itu berbeda dengan mesin yang diusung skubek alias skuter bebek.

Ya! Pandangan sedikit bergeser ke engine sebelah kanan. Kalau di motor bebek biasa, tempatnya rumah kopling dan sebagainya. Di betik Wave AT, tempat ini juga memiliki permukaan luar yang sama. Artinya, tertutup.

Ini salah satu yang membedakan engine skubek dengan betik. Sebab jika di skubek, sisi kanan ini terdapat kipas pendingin mesin. Kipas itu berfungsi menangkap dan mengalirkan udara ke bagian blok dan kepala silinder agar dingin tertiup hembusan angin.

Tapi kalau di betik, tidak dilengkapi kipas lagi. Lalu, gimana dengan pendinginannya ya? Apakah maksimal? Sebab kini ruang itu hanya disesaki komponen berupa puli. Ya, drive atau penggerak puli dan driven alias yang digerakkan puli.

Hebatnya, meski tidak memiliki kipas layaknya skubek, betik itu mempunyai suhu relatif stabil. Ya, tidak ada panas berlebih keluar dari engine meski digeber lama.

Mungkin saja karena konstruksi bodi dan sasis berbeda. Iya! Alasan skubek dilengkapi kipas, karena bagian engine itu tertutup cover bodi tengah. Sehingga, engine jadi tidak bertemu langsung dengan terpaan angin dari depan.

Sedang betik tidak! Di betik, bagian kepala silinder dan blok silinder tetap terbuka di bawah underbone. Sehingga, part itu cenderung terkena hembusan angin. Makanya, tidak perlu lagi diberi pendinginan tambahan.

So, untuk betik tinggal memikirkan pendinginan mesin bagian tengah atawa crankcase ya. Dari diagram mesin yang diterima, pendinginan mesin bagian tengah ini hanya melalui sirkulasi udara dari bagian puli.

Tapi, tentunya ada saluran untuk udara masuk dan udara keluar. Melalui slang udara atau inlet of cold air yang diamaternya cukup besar, udara masuk dan diisap juga disalurkan drive puli. Saluran ini, berada tepat di tengah atas crankcase bagian depan. Makanya langsung kelihatan ada 2 slang ukuran cukup besar di atas engine betik ini.

Kemudian, udara itu disalurkan lagi ke bagian driven puli dan dibuang melalui outlet of cold air yang letaknya di belakang saluran udara masuk. Pastinya alur aliran udara itu mengalir ke sisi belakang dong.

Selain pendinginan, mari kita lihat bagian pelumasan. Untuk memasukkan pelumas ke mesin betik Honda ini, tidak seperti di bebek biasa atau manual. Lubang untuk masuknya oli, berada di sisi crankcase kiri. Ya, lubang ini menjadi satu dengan bak magnet.

Gitu juga dengan kick starter alias engkol. Pastinya, juga dari sebelah kiri. Buat yang biasa liat skubek, nah, mirip banget.
Beda kan dengan bebek biasa yang engkol starternya ada di sebelah kanan?? Seperti yang Em-Plus pernah sebutkan, kalau betik ini mengusung rantai sebagai penggerak roda belakang.

Itu bisa terlihat dengan aplikasinya gir depan di crankcase dan juga gir belakang yang pastinya di teromol roda belakang. Begitunya kemudahan penyesuaian kebutuhan gir tinggal lewat kombinasi gir.

Tentunya ini juga yang membedakan betik dengan skubek. Untuk memperingan akselerasi di skubek, musti ubah bobot roller. Sedang di betik, lagi-lagi cukup lewat gir. Iya, jika untuk kebutuhan balap, gir tinggal menyesuaikan seperti seting pacuan bebek.

(sumber:M+)

Rabu, 28 Oktober 2009

Motor kategori ideal biker Indonesia





Kadang, seru juga, baca-baca blog rekan-rekan blogger, terutama yang mengulas R2 (roda dua). Ada beberapa yang sering ayas kunjungi, antara lain ninja250r.wordpress.com, triatmono.wordpress.com, serayamotor.wordpress.com, otomotifnet.com dan beberapa website/blog lainnya.

Akhir-akhir, hampir semuanya mengulas isu munculnya motor-motor baru ATPM di Indonesia. Berdasar gosip (dari mana-mana soanya), dari kubu Yamaha ada sport Byson (FZ-16), new Vixion, sampe Fazer yang katanya mo gantiin Scorpio. Dari Honda, disiapkan Unicorn sebagai pengganti Megapro dan CBR 150 versi rakitan lokal. Kalo ATPM lai sih, kayaknya anteng-anteng aja tuh…

Yang menggelitik, sebenarnya, apa sih yang dimaui konsumen kita???

Dari blog-blog dan web tersebut, ada berbagai komentar tentang hal itu. Sebagian, dengan (maaf) pongah, menuding, kita dibohongi ATPM yang hanya menyajikan motor dengan teknologi yang itu-itu aja, alias jadul… Contoh paling gampang, katanya lho…. Honda Tiger series, mulai dari embahnya, yaitu Honda CG, CB, kemudian GL series, Megapro hingga New Tiger Evolution (apa revolution yach???), basis mesinnya sama aja. Gakda perubaha yang berarti, paling Cuma penyempurnaan dan penambahan kapasitas aja plus…ganti model baju.

Sementara sebagian bil;ang, buat apa teknologi terlalu canggih di Indonesia, malah bikin susah kalo rusak. Wah ???

Kalo menurut saya, pribadi lho, semua ada benernya. ATPM harusnya juga tau keinginan konsumen, jangan hanya kejar untung dengan ‘membodohi’. Sebaliknya, konsumen juga tidak hanya menuntut, tapi juga melek teknologi, jadi kalo rusak gak gaptek, terus menuding ATPM melepas unit cacat produksi.

Kalo di negeri kita sih, okelah, emang contoh gampang, series GL-nya Honda keterlaluan, gak ada kemajuan. Misal ditingkatkan, tapi gak terlalu canggih, ayas rasa masih masuk akal, misal injection, watercooled…asal gak fly by wire aja kayak moge diatas 600 cc seperti Yamaha R6, Honda CBR 600 dan teman-temannya Mo dibuat apa coba, cc mesin besar, canggih, bisa kencang di jalan…??? Mo ngebut kemana sih??? Palingan bisa 80 – 100 km/jam di kota aja dah hebat, bahaya malah, karena jalanan pada macet, plus pada bolong2…. Malu dong sama motor canggih, tapi akhirnya ‘terkapar’ di jalanan????

Belum lagi, kalo mogok di jalan, terus gak bisa ngatasi sendiri, dorong deh…Ih….isin poool ker….

Jadi saya mengundang pendapat rekan-rekan, sebenarnya konsep motor ideal buat kita-kita yang model gimana ya???

Fisik keren, mesin cangih ato apapun….silakan yang urun pendapat….

Rabu, 26 Agustus 2009

YAMAHA FZ 16 ?????


Yamaha jadi ngeluarin motor sport terbaru??? Jadi ngiler neih….
Denger-denger speknya mirip Yamaha FZ 16, yang launching September 2008 lalu di rumahnya Sahrukh Khan alias India. Bodi luar biasa mantap, gagah dengan konsep touring naked bike.. Kalo ngeliat spek FZ 16 disono, dengan ngeliat sekilas aja, nih motor bisa membabat abis saingan di kelas sport 150-160 cc. Apalagi kalo harga disetting dibawah Yamaha Vixion yang berkisar 20 jutaan.
Yang pasti, Honda Megapro dapat saingan head-to-head. Dengan kapasitas mesin berimbang, FZ 16 153 cc, Megapro 156 cc, kayaknya ini jadi pilihan tepat bagi user yang ingin motorsport (baca:motor laki) dengan tampilan bagus, mesin sedang dan harga kompetitif.
Buat konsumen low-end, harga ideal motorsport berkisar 16-20 jutaan.
Jadi pengen tuker nih, Megapro 2007 ayas kalo FZ 16 jadi keluar tahun ini. Asal harga gak lebih 19 juta aja…kalo lebih, ke laut aja deh……
Perbandingan sekilas New Megapro dan Yamaha FZ 16:
New Megapro : Mesin 156 cc, dual shock belakang, bodi standart, spido & takometer analog, pelek CW / Spoke
FZ 16 : Mesin 153 cc, monoshock belakang, bodi berotot-maskulin, spido & takometer digital, pelek CW

Dari sekilas aja dah lumayan jauh kan bedanya??? Kalo range harga New Megapro 19 jt – 20 Jt dapet ‘motor konvensional’, dan harga FZ 16 max 19 jt dapet ‘motor canggih’, why not ayas gak milih FZ 16???
Kalo Vixion, ayas rasa sementara gak masuk dulu. Selain terlalu ‘canggih’ (injeksi), harganya agak diatas keduanya, sepadan dong dengan fitur injeksinya.. Lagian masih agak khawatir nih, kalo injeksi bermasalah di jalan…mosok adapes canggih, keren kok nuntun gara2 injeksi macet????

Mudah-mudahan FZ 16 jadi keluar tahun ini dan bisa kebeli…Amin…..